Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. (Markus 16:15-16)

Kesaksian

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Kis. 1:8

Berita Dan Peringatan

Dalam Topik ini, kita akan Mengetahui Tentang Berita Rohani yang sedang terjadi.

Akhir Zaman

Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba. Markus 13:33

Doa

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga , tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Filipi 4:6

Renungan Harian

Seringkali Kita ketika sedang Mengalami Suatu masalah, Kita Sering lupa kepada Tuhan, Kita sering lupa kalau kita Memberikan Masalah kita kepada Tuhan Yesus, Ia akan Menolong Kita.

Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Februari 2016

BERITA KEDATANGAN TUHAN: MELIHATLAH DARI SISI YANG DIKEHENDAKI INJIL


Saudara-saudariku di dalam Yesus Tuhan,

Hari-hari ini, kita semakin terbiasa membaca artikel-artikel di internet tentang kedatangan Tuhan Yesus yang semakin dekat, berisi nubuat-nubuat, penglihatan-pengihatan, pesan demi pesan.
Dari semua pernyataan itu, ditambah lagi fakta-fakta geopolitik dunia yang memang selaras, kita menjadi percaya, bahwa memang waktunya semakin dekat. YESUS AKAN SEGERA DATANG.
Beberapa hal yang paling sering disampaikan artikel-artikel rohani itu antara lain:

- Mikrochip akan dipaksakan kepada semua orang, dan hanya yang mau menerimanya yang akan bisa membeli atau menjual. Mereka yang menolak akan dikejar-kejar dan dianiaya. Adapun mereka yang menerima, dipastikan akan berakhir di neraka.
- Segera akan terjadi peperangan besar, di seluruh dunia, lebih lagi di Timur Tengah.
-Kelaparan, bencana alam, wabah penyakit menular
-Seruan pertobatan dan hidup kudus
-Bahwa Tuhan hanya mengangkat mereka yang hidup kudus
-Dan lain sebagainya.
Ketika anda membaca salah satu atau beberapa artikel itu, apa yang anda rasakan? Kebanyakan ialah perasaan teror. Kita ketakutan. Dan kita mencoba mengikuti semua pesan-pesan penulis itu untuk bertobat dan konsentrasi penuh hidup kudus. Sebentar-sebentar kita bertobat di hadapan Tuhan, meminta dengan sangat supaya Ia jangan meninggalkan kita. Batin kita gemetar ketakutan. Kita menjadi sibuk untuk diri kita sendiri. Tak ada lagi gairah sukacita untuk mengabarkan Injil pada orang lain --karena batin kita sendiri sibuk dalam rintihan: O Tuhan, tolong aku, mampukan aku untuk layak terangkat..o Tuhan Yesus...-- tak ada waktu lagi untuk merenungkan kasih seperti "orang Samaria yang baik hati". Saat kita bicara tentang Tuhan pada orang lain, yang kita transferkan pun teror rohani yang sama, yang keluar dari roh kita yang "menggigil" .
Tetapi saya kembali merenungkan semua "hasil" itu dan merasakan ada yang salah. Ada yang hilang disini: damai sejahtera, senyuman sukacita, iman akan kepastian keselamatan. Mengapa seperti ini hasilnya...?
Apakah saya berpikir bahwa semua berita itu salah? Tentang micropchip, tentang antikristus yang akan menganiaya, tentang perang dunia yang di ambang pintu, tentang bencana-bencana di bumi, tentang agenda HAARP, illuminati, tentang fenomena gereja setan, tentang gelombang homoseksual di dunia, tentang panggilan pertobatan, tentang kehendak Tuhan untuk hidup dalam kekudusan, dan semuanya? Tidak. Semua itu benar, semua itu terjadi atau akan terjadi. Tetapi kenapa buahnya seperti itu? Ketakutan? Teror rohani? Iman keselamatan yang tergerus? Sukacita dan damai sejahtera yang lenyap? Gairah pengabaran Injil yang menguap? Kasih yang berganti "fokus pada diri sendiri"?
Tetapi Tuhan mengingatkan saya akan ayat berikut:
Yohanes 14 : 27.
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.
Kalau begitu, apa yang salah dari tulisan-tulisan itu? Atau mungkin tepatnya, apa yang kurang? Dan mata saya dibukakan. Apa yang keliru adalah SUDUT ANDA MEMANDANG, atau FOKUS PANDANGAN ANDA.
Ingatlah akan Petrus, yang sempat berjalan di atas air dengan penuh semangat dan gairah, lalu akhirnya tenggelam oleh ketakutan. Kapan ia bisa berjalan di atas air penuh gairah? Ketika matanya ia fokuskan kepada Yesus Kristus. Kapan ia tenggelam? Ketika panca inderanya ia fokuskan pada kengerian gelombang laut yang datang.
Lihat, saya kuatir bahwa iman kita bisa-bisa malah tenggelam, berganti oleh ketakutan -takut tertinggal, takut tidak selamat- apa bila kita terus menerus berfokus pada kengerian akhir zaman itu.
Padahal seharusnya, seturut pesan Injil, berita kedatangan Tuhan yang kedua kalinya adalah BERITA PENGHIBURAN.
I Tesalonika 4:
16. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;
17. sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.
18. Karena itu HIBURKANLAH seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini.
Tetapi bagaimana anda bisa terhibur jika yang anda pikirkan hanyalah "kengerian"? Bukankah justru anda akan diam-diam malah berharap: ah, semoga semua itu masih lama...
Karena itu saudara-saudari, meski saya tidak berkata bahwa semua berita kengerian itu tidak benar, tetapi saya mengajak saudara untuk mulai memalingkan wajah anda kepada Dia, Yesus Kristus, sumber penghiburan kita. Pikirkanlah akhir zaman dari sisi Yesus, bukan dari sisi ancaman antikristus.
Maksud saya, mulai hari ini, renungkanlah akhir zaman itu dari sisi HATI Tuhan kepadamu.
Dengarlah. Kamu ini milik Yesus. Dia sangat mengasihimu. Dia tidak ingin kehilanganmu. Dia sangat mencintaimu. Dia terus menerus memikirkanmu. Dia merindukanmu siang dan malam. Dia ingin segera bisa membawamu ke rumah Bapa-Nya. Dia setia dan Dia merindu kepadamu. Dia ingin segera berkumpul denganmu dalam pertemuan yang penuh sukacita dan sorak sorai bahagia. Dia tak sabar merasakan kebahagiaan itu: bertemu denganmu muka dengan muka. Dan, untuk semua rindu-Nya itu, Dia akan segera datang menjemputmu, meluputkanmu dari amukan badai.
Maranatha. Datanglah Tuhan Yesus. Jemputlah kami. Amin.

Jumat, 15 Januari 2016

Ketika Tuhan Kita Dihina

Well guys, belakangan ini banyak dari kita yang menemukan tulisan-tulisan yang menjurus ke arah penghinaan kepada Tuhan kita Yesus Kristus, khususnya di media sosial entah itu facebook, twitter, path dan lain-lain, baik dalam bentuk postingan, meme, atau status-status yang buat kita panas waktu ngeliat dan ngebacanya.

Apa sih tujuannya?

Tujuan mereka sebenernya simple, mau bikin kita anak-anak Tuhan marah. Parahnya lagi banyak dari kita yang kalo udah marah suka kelewat batas sampe-sampe balas hinaan mereka dengan kata-kata yang lebih kotor dan jahat dan pada akhirnya kita masuk ke perangkap si iblis yang mau menjerumuskan kita ke dalam dosa, yaitu dosa kebencian.

Memang terkadang sangat menjengkelkan dan bener-bener bikin emosi kalo lihat atau baca penghinaan mereka terhadap Tuhan Yesus, tapi sebagai anak-anak Tuhan apa boleh kita kembali menghina dan membalas mereka?
Jelas tidak. Karena Tuhan Yesus sendiri pun tidak pernah menghina orang yang menghina Nya
So, apakah kita harus diam saja dikala Tuhan kita dihina?
Tentu juga tidak

Jadi kita harus gimana menghadapi orang-orang semacam ini?

Tuhan Yesus berkata dalam Lukas 6:27-28
"Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;
mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu
Dalam Lukas 6:27-28 Tuhan Yesus memberitahukan bagaimana kita harus hidup bersama dengan orang lain.
Mengasihi musuh kita bukan berarti mengasihi secara emosional, melainkan menunjukan perhatian dan keprihatinan yang tulus terhadap kebaikan dan keselamatan kekal mereka. Karena kita tahu betapa dahsyatnya nasib mereka yg melawan Allah di hari penghakiman nanti, kita sebagai anak-anak terang harus mendoakan mereka dan berupaya membalas kejahatan dengan kebaikan untuk membawa mereka kepada Yesus.

Guys, Tuhan adalah kasih, hampir di seluruh Injil Tuhan Yesus menunjukan kasih-Nya bukan hanya bagi mereka yang begitu mengasihi Dia melainkan juga bagi mereka yang membeci dan berusaha menyalibkan-Nya.
Dia tahu bahwa hukum yang terutama yang mencakup seluruh Kitab Taurat dan Kitab Nabi-Nabi adalah kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri dan Dia berhasil melakukan firman itu.
Masih ingatkah kita dengan kisah Yesus menyebuhkan telinga hamba imam besar yang diserang oleh Petrus hingga putus ketika mereka ingin menangkap Yesus?
Bahkan di saat2 terakhir pun Yesus masih menunjukan kasihnya dengan minta kepada Bapa untuk mengampuni mereka yg menyalibkan Dia
Lukas 23:34
Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.

Sudah seharusnya kita sebagai pengikut Tuhan Yesus melakukan juga apa yang dilakukan oleh-Nya karena itulah yang menjadi pembeda kita dengan manusia-manusia dunia.
Bukankah kita garam dan terang dunia?

So, kali lain kali ketemu sama hal-hal seperti itu lagi jangan dibalas tapi berdoalah buat mereka yang menghina Tuhan kita, siapa tau dari benci malah jadi cinta ^_^.
Gbu

Kamis, 05 November 2015

JESUS, YOU COMPLETE ME

JESUS YOU COMPLETE ME
Yesus menyempurnakan kita yang tidak sempurna
Lukas 8:40-56
Ketika Yesus kembali, orang banyak menyambut Dia sebab mereka semua menanti-nantikan Dia. 8:41 Maka datanglah seorang yang bernama Yairus. Ia adalah kepala rumah ibadat. Sambil tersungkur di depan kaki Yesus ia memohon kepada-Nya, supaya Yesus datang ke rumahnya, 8:42 karena anaknya perempuan yang satu-satunya, yang berumur kira-kira dua belas tahun, hampir mati. Dalam perjalanan ke situ Yesus didesak-desak orang banyak. 8:43 Adalah seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan dan yang tidak berhasil disembuhkan oleh siapapun. 8:44 Ia maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya, dan seketika itu juga berhentilah pendarahannya. 8:45 Lalu kata Yesus: “Siapa yang menjamah Aku?” Dan karena tidak ada yang mengakuinya, berkatalah Petrus: “Guru, orang banyak mengerumuni dan mendesak Engkau.” 8:46 Tetapi Yesus berkata: “Ada seorang yang menjamah Aku, sebab Aku merasa ada kuasa keluar dari diri-Ku.” 8:47 Ketika perempuan itu melihat, bahwa perbuatannya itu ketahuan, ia datang dengan gemetar, tersungkur di depan-Nya dan menceriterakan kepada orang banyak apa sebabnya ia menjamah Dia dan bahwa ia seketika itu juga menjadi sembuh. 8:48 Maka kata-Nya kepada perempuan itu: “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!” 8:49 Ketika Yesus masih berbicara, datanglah seorang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: “Anakmu sudah mati, jangan lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru!” 8:50 Tetapi Yesus mendengarnya dan berkata kepada Yairus: “Jangan takut, percaya saja, dan anakmu akan selamat.” 8:51 Setibanya di rumah Yairus, Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut masuk dengan Dia, kecuali Petrus, Yohanes dan Yakobus dan ayah anak itu serta ibunya. 8:52 Semua orang menangis dan meratapi anak itu. Akan tetapi Yesus berkata: “Jangan menangis; ia tidak mati, tetapi tidur.” 8:53 Mereka menertawakan Dia, karena mereka tahu bahwa anak itu telah mati. 8:54 Lalu Yesus memegang tangan anak itu dan berseru, kata-Nya: “Hai anak bangunlah!” 8:55 Maka kembalilah roh anak itu dan seketika itu juga ia bangkit berdiri. Lalu Yesus menyuruh mereka memberi anak itu makan. 8:56 Dan takjublah orang tua anak itu, tetapi Yesus melarang mereka memberitahukan kepada siapapun juga apa yang terjadi itu.
Cerita ini mengajari kita bagaimana memiliki iman, terutama memiliki iman kepada Yesus. Bila kita memiliki iman, tak peduli sebesar apa iman tersebut, bahkan sekecil biji sesawipun, Tuhan merespon terhadap iman tersebut. Dua kejadian ini terjadi bersamaan. Dua-duanya mengajarkan tentang iman yang berbeda. Yesus menyempurnakan iman kita yang kurang sempurna.
Ada dua orang menanti kedatangan Yesus dengan perasaan berdebar-debar. Kedua-duanya memiliki masalah, dan percaya bahwa Yesus mampu menyelesaikan masalah mereka. Namun ada perbedaan dalam cara mereka percaya kepada kuasa Yesus.
Yang pertama merasa masalahnya sangat kritis dan urgent, karena anak perempuannya sakit sangat keras. Ia adalah seorang pejabat gereja, kepala rumah ibadat. Sebagai kepala rumah ibadat ia orang terpandang di lingkungannya. Namun ia datang dan tersungkur di kaki Yesus. Ia merendahkan dirinya untuk memohon belas kasihan Yesus.
Tidak semua orang Yahudi, para pemimpin agama mau datang kepada Yesus bahkan mau tersungkur di kaki Yesus di depan banyak orang. Itu semua membutuhkan keberanian untuk mengorbankan diri, kehormatan, status, dan harga diri. Yairus berani melakukan hal itu. Itu ia lakukan demi anaknya yang sakit keras. Penyakit anaknya adalah ”gunung” kesulitannya.
Orang kedua dalam cerita ini hanya seorang perempuan biasa sederhana. Penyakitnya sudah lama 12 thn, penyakitnya sudah tidak bisa disembuhkan oleh siapa saja, sudah kronis, sehingga telah menjadi bagian dari hidupnya. Kalau Yairus berani datang secara terbuka, tersungkur di kaki Yesus dan memohon belas kasihan Yesus, maka si perempuan itu merencanakan untuk mendekati Yesus dengan sembunyi-sembunyi. Ia tidak memiliki keberanian seperti Yairus yang datang secara terang-terang memohon kepada Yesus. Ia hanya berani secara sembunyi-sembunyi. Mungkin kita berpikir perempuan ini kurang ajar, dan tak berharga di mata Allah. Kalau memiliki iman harus berani mengakui iman tersebut.
image
Tetapi perempuan ini memiliki satu kelebihan dari Yairus, meskipun itu ia lakukan dengan sembunyi-sembunyi. Ia memiliki keyakinan yang kuat, ia percaya sepenuhnya bahwa hanya dengan menyentuh pakaian Yesus saja masalah penyakitnya akan selesai. Disitulah kelebihan iman perempuan itu.
Kita mungkin tetap tidak senang karena ia tidak berani mengakui imannya. Sabar, jangan cepat menilai orang dengan sudut padang kita. Mengapa perempuan ini hanya ingin menyentuh Yesus dengan diam-diam? Karena ada aturan Musa dalam Imamat 15, siapa saja yang menyentuh barang atau badan perempuan yang sedang mengalami perdarahan akan menjadi najis.
Perempuan ini tidak ingin ketahuan karena takut menajiskan Yesus. Ada larangan Musa di satu pihak, dan ada kerinduan dan keyakinan kuat bahwa hanya dengan menyentuh pakaian Yesus saja ia akan sembuh. Disitulah terjadi pergumulan dirinya. Antara larangan dan iman kepada Yesus. Namun akhirnya iman itu mengalahkan segala-galanya. Ia datang menyentuh ujung jubah Yesus.
image

Kalau kita masih ngotot agar perempuan ini menyatakan dirinya, maka Yesus tahu itu. Sesudah iman yang menyembuhkan, datang ujian untuk bersaksi. Apakah kita menyembunyikan berkat itu dan tak mau memuliakan Allah? Ujian iman kita pada tahap berikutnya adalah menyatakan iman itu keluar kepada orang banyak yaitu pengakuan. Yairus telah melakukan itu pada awal kedatangannya, namun perempuan ini belum. Jadi Yesus meminta ia menyatakan dirinya kepada banyak orang.
Tahap pertama iman adalah internal, keyakinan dalam diri kita, namun tahap berikutnya adalah pengakuan dan kesaksian. Tahap ketiga adalah perbuatan yaitu kasih, menjadi saluran berkat bagi orang lain. Tahap selanjutnya adalah menghasilkan buah-buah roh.
Awalnya si perempuan itu tak mau mengaku kesembuhannya. Ia takut, namun kemudian ia maju bersaksi. Kalau kita mendapat anugerah Allah, kita harus memuliakan Allah. Kita tidak dapat hanya menerima saja dan tak mau mengungkapkan anugerah itu agar Tuhan dimuliakan melalui kesaksian kita.
image

Bukan jubah Yesus yang menyembuhkan perempuan itu, bukan sentuhan pada jubah itu, tetapi iman perempuan itu yang telah menyembuhkannya. Tuhan merespon terhadap iman seseorang kepadaNya. Iman yang disempurnakan… You Complete Me.
Yesus tidak hanya menyembuhkan penyakit seseorang, ia menghapus ”gunung” masalah kita yaitu dosa kita. Yesus berkata kepada perempuan itu, ”pergilah dengan dengan selamat.” Yesus menyembuhkan bukan hanya sakit fisiknya saja , tetapi Yesus juga menyelamatkan jiwanya sekaligus. Yesus memberikan keselamatan jiwanya. Yesus menyempurnakan kita.
Iman adalah kunci untuk membuka pintu berkat Allah. Iman membuka hubungan kita dengan kuasa Allah. Ketika kita percaya kepada Alah, maka kuasa Allah ada pada kita. Kuasa itu melingkupi kita dan menyembuhkan luka-luka kita, bahkan menyelamatkan jiwa kita yang sekarat. Kalau kabel lampu menghubungkan lampu dengan sumber listrik, maka iman menghubungkan kita dengan sumber kuasa Allah.
image

Orang pertama, Yairus, menunggu dengan tak sabar agar Yesus ikut dengannya kerumahnya. Kedatangan Yesus terhambat oleh perbuatan perempuan tersebut. Yairus adalah kepala rumah ibadat, semua orang Israel menghormatinya, seharusnya perempuan itu jangan berbuat macam-macam menghalangi perjalanan Yesus dengannya. Toh ia yang telah memohonnya terlebih dulu. Meskipun Yairus berani tampil di depan orang banyak memohon penyembuhan dari Yesus, namun imannya tidak seperti perempuan tersebut. Imannya bersandar kepada kedatangan Yesus. Sehingga ketika orang-orang mengabarkan bahwa anaknya sudah mati, ia menjadi sangat kecewa. Usahanya telah berakhir, anaknya sudah mati, karena Yesus terlambat. Yairus tidak memahami kuasa Yesus, imannya tidak mampu melihat bahwa Yesus mampu melakukan apa saja tanpa harus ada disana. Yairus meremehkan kuasa Yesus.
Yesus menuntut iman yang mempercayai kuasanya. Iman yang tidak meragukan apa yang akan dikerjakannya, bukan apa yang kita inginkan Dia kerjakan bagi kita. Iman kita adalah iman yang mempercayai tindakan Tuhan pada kita, dan bukan iman yang meminta Tuhan melakukan sesuai dengan keinginan atau prosedur yang kita bayangkan akan dilakukan Tuhan. Yesus bukan pesuruh kita, Dia adalah Tuhan kita yang mengetahui apa yang terbaik bagi kita.
image

Mujizat adalah anugerah Allah. Setiap hari dalam kehidupan kita ada peluang untuk terjadinya mujizat karena iman kita kepada Allah. Namun apakah setiap mujizat itu membuat iman kita makin bertumbuh atau malah makin membuat kita sombong dan terperosok dalam menonjolkan diri sendiri?
Iman bertumbuh makin besar untuk tantangan yang lebih besar lagi. Iman dapat memindahkan gunung. Setiap ”gunung” kesulitan dalam hidup kita dapat diselesaikan bila kita percaya kepada Allah, bila kita memuliakan Allah dalam setiap hal yang kita hadapi, bila kita bersyukur atas setiap perbuatannya dalam hidup kita, bila kita bersaksi atas setiap mujizat yang ia lakukan dalam hidup kita, dan bila kita menjadi bagian dari rencana penyelamatan Allah bagi orang lain. Itulah iman yang bertumbuh.
image

Yesus telah merespons terhadap iman yang berbeda-beda dari kedua orang tersebut. Yairus memiliki iman, ia berani mengungkapkan imannya di depan banyak orang, namun imannya hanya mencapai tingkat sekedar percaya bahwa Yesus dapat menyembuhkan tetapi ia harus datang kerumahnya, dan menyentuh anaknya baru bisa sembuh. Ia percaya penyembuhan itu harus terjadi sebelum anaknya mati. Lain lagi dengan perempuan itu, ia yakin seyakin-yakinnya bahwa hanya dengan menyentuh ujung jubah Yesus, ia akan sembuh. Namun ia tak berani datang secara terbuka memohon kepada Yesus. Selain itu ketika ia sembuh, ia agak segan mengungkapkan kesembuhannya itu.
Namun dalam kedua kejadian ini, Yesus menguatkan dan menyempurnakan iman kedua-duanya. Iman Yairus ditingkatkan melalui kebangkitan anaknya. Yesus dapat melakukan apa saja meskipun anaknya telah mati. Iman perempuan itu juga ditingkatkan melalui panggilan untuk bersaksi menyatakan imannya. Karena ia akhirnya maju dan bersaksi, maka bukan hanya kesembuhan fisik saja yang ia terima tetapi juga keselamatan jiwanya.
image

Yesus merespon kepada iman kita meskipun iman kita kurang sempurna, meskipun keyakinan dan kepercayaan kita mengenai apa yang Dia dapat lakukan kurang sempurna. Ia yang menyempurnakan iman kita yang kurang sempurna.
Dia yang menyempurnakan kita senantiasa untuk menjadi MempelaiNya yang kudus dan berkenan. JESUS… YOU Complete me…

Minggu, 16 Agustus 2015

SAAT MENYERAH PADA ROH KUDUS


“Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan benar yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya melalui permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita. Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. ltulah yang baik dan berguna bagi manusia” (Titus 3:4-8).
         
       Usaha dan kerja dituntut dari pihak penerima kasih karunia Allah; karena buahlah yang menyatakan apa sifat dari pada pohon. Walaupun perbuatan-perbuatan baik manusia tidak lebih banyak artinya tanpa iman dalam Yesus daripada persembahan Kain, namun dengan diliputi oleh jasa Kristus, itu semuanya menyaksikan kelayakan si pelaku untuk mewarisi hidup yang kekal. Apa yang dianggap bermoral di dunia tidak mencapai standar llahi dan tidak mempunyai lebih banyak jasa di hadapan surga daripada persembahan Kain.—Manuscript 26a, 1892.
      Setiap orang yang memiliki kesadaran terhadap apa artinya menjadi seorang Kristen, akan menyucikan dirinya sendiri dari segala sesuatu yang melemahkan dan mencemarkan. Semua kebiasaan hidupnya, akan disesuaikan dengan tuntutan-tuntutan firman kebenaran, dan ia tidak hanya akan percaya, tetapi akan mengerjakan keselamatannya sendiri dengan takut dan gentar, sementara menyerah kepada pembentukan Roh Kudus.—The Review and Herald, 6 Maret 1888.
     Bilamana sudah ada dalam hati untuk menurut Allah, bilamana usaha-usaha dikerahkan ke arah tujuan ini, Yesus menerima sifat dan usaha ini sebagai pelayanan manusia yang terbaik, dan la mengubah kekurangan dengan kebajikan llahi-Nya sendiri. Tetapi la tidak akan menerima mereka yang mengaku memiliki iman dalam Dia, padahal tidak setia kepada perintah Bapa-Nya. Kita banyak sekali mendengar tentang iman, tetapi kita perlu mendengar lebih banyak tentang perbuatan-perbuatan. Banyak yang sedang menipu jiwa mereka sendiri dengan menghidupkan suatu agama yang mudah dinikmati, yang menyenangkan, dan tidak ada yang menghalangi. Tetapi Yesus mengatakan, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku."—The Signs of the Times, 16 Juni 1890.

KRISTUS PUSAT PEKABARAN

“Seorang malaikat lain, malaikat ketiga, menyusul mereka, dan berkata dengan suara nyaring: ‘Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya, maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murka-Nya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba”' (Wahyu 14:9, 10).
Pekabaran malaikat ketiga memerlukan penyajian tentang Sabat hukum keempat, dan kebenaran ini harus dibawa ke hadapan dunia; tetapi pusat perhatian besar, Yesus Kristus, tidak boleh disingkirkan dari pekabaran malaikat ketiga itu.
Oleh banyak orang yang telah terlibat dalam pekerjaan untuk zaman ini, Kristus telah dijadikan nomor dua, dan teori-teori serta dalil-dalil telah dijadikan nomor satu. Kemuliaan Allah yang dinyatakan kepada Musa sehubungan dengan tabiat llahi tidak dijadikan yang terutama. Tuhan berfirman kepada Musa, “Aku akan melewatkan segenap kegemilangan-Ku dari depanmu" (Keluaran 33:19). “Berjalanlah Tuhan lewat dari depannya dan berseru, Tuhan, Tuhan, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya, yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa, tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman" (Keluaran 34:6,7).
Tampaknya sebuah tirai ada di depan mata banyak orang yang bekerja dalam pekerjaan, sehingga dengan demikian bilamana mereka menyajikan hukum, mereka tidak memiliki pandangan tentang Yesus, dan tidak memberitakan kenyataan bahwa, di mana dosa banyak, maka kasih karunia melakukan jauh lebih banyak. Di salib di Kalvarilah kemurahan dan kebenaran bertemu bersama-sama, di mana kebenaran dan damai sejahtera bercium-ciuman. Orang berdosa harus senantiasa memandang ke arah Kalvari; dan dengan iman sederhana seorang anak kecil, ia harus bersandar pada jasa-jasa Kristus, menerima kebenaran-Nya dan percaya pada kemurahan-Nya. Para pekerja dalam pekerjaan kebenaran harus menyajikan kebenaran Kristus, bukan sebagai terang baru, melainkan sebagai terang indah yang selama suatu waktu telah hilang dari pemandangan orang banyak. Kita harus menerima Kristus sebagai Juruselamat pribadi kita, dan la mengenakan pada kita kebenaran Allah dalam Kristus. Marilah kita mengulangi dan menjadikan yang terutama kebenaran yang Yohanes kemukakan: "lnilah kasih: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya supaya melalui Dia kita mendapat pengampunan" (1 Yohanes 4:10).

Selasa, 21 Juli 2015

Kasih Di Dalam Kristus

Kasih Kristus Menggerakkan Kita untuk Mengasihi


 
”Yesus, yang mengasihi miliknya yang ada di dalam dunia, mengasihi mereka sampai ke akhir.”YOH. 13:1.

1, 2. (a) Mengapa kasih Yesus luar biasa? (b) Aspek kasih apa saja yang akan kita bahas dalam artikel ini?

YESUS adalah teladan sempurna dalam hal kasih. Segalanya tentang dia—ucapannya, tingkah lakunya, ajarannya, dan kematiannya sebagai korban—mempertunjukkan kasihnya. Hingga akhir kehidupannya di bumi, Yesus memperlihatkan kasih kepada orang-orang yang ia temui dan terutama kepada murid-muridnya.

2 Teladan Yesus yang menonjol dalam hal kasih menetapkan standar yang tinggi untuk diikuti murid-muridnya. Hal itu juga memotivasi kita untuk memperlihatkan kasih yang serupa kepada saudara-saudari rohani kita dan juga kepada semua orang. Dalam artikel ini, kita akan membahas apa yang bisa dipelajari oleh para penatua sidang dari Yesus tentang memperlihatkan kasih kepada saudara-saudari yang melakukan kesalahan, bahkan kesalahan yang parah. Kita akan mengulas juga bagaimana kasih Yesus menggerakkan orang Kristen untuk membantu orang-orang yang mengalami kesulitan, tertimpa bencana, dan menderita penyakit.

3. Meskipun Petrus melakukan kesalahan serius, bagaimana Yesus memandang dia?

3 Pada malam sebelum kematian Yesus, rasulnya sendiri, Petrus, menyangkal dia tiga kali. (Mrk. 14:66-72) Namun, seperti yang sudah Yesus nubuatkan, Petrus bertobat. Yesus pun mengampuninya, dan memercayakan kepada Petrus berbagai tanggung jawab yang besar. (Luk. 22:32; Kis. 2:14; 8:14-17; 10:44, 45) Apa yang kita pelajari dari sikap Yesus terhadap orang-orang yang melakukan kesalahan serius?

Perlihatkan Sikap Mental Kristus terhadap Pelaku Kesalahan

4. Situasi apa yang terutama menuntut kita memperlihatkan sikap mental Kristus?

4 Di antara banyak situasi yang menuntut kita memperlihatkan sikap mental Kristus, yang terutama memedihkan hati adalah menghadapi perbuatan salah yang serius, entah di dalam keluarga atau sidang. Sungguh menyedihkan, seiring dengan mendekatnya klimaks dari hari-hari terakhir sistem Setan, roh dunia memakan semakin banyak korban di bidang moral. Tingkah laku moral dunia ini yang buruk atau apatis bisa merongrong semua, tua maupun muda, sehingga mengikis tekad mereka untuk berjalan di jalan yang sempit. Pada abad pertama, ada saudara-saudari yang harus dipecat dari sidang Kristen, dan ada yang ditegur. Demikian pula dewasa ini. (1 Kor. 5:11-13; 1 Tim. 5:20) Meskipun demikian, jika para penatua yang menangani kasus-kasus ini memperlihatkan kasih seperti Kristus, itu bisa berdampak besar atas diri sang pelaku kesalahan.

5. Bagaimana para penatua hendaknya meniru sikap Kristus terhadap pelaku kesalahan?

5 Seperti Yesus, para penatua harus menjunjung standar Yehuwa yang adil-benar setiap waktu. Dengan demikian, mereka mencerminkan kelemahlembutan, kebaikan hati, dan kasih Yehuwa. Apabila seseorang betul-betul bertobat, ”patah hati”, dan ’remuk semangat’ karena kesalahannya, mungkin tidak sulit bagi para penatua untuk ”menyesuaikan kembali orang tersebut dengan roh kelemahlembutan”. (Mz. 34:18; Gal. 6:1) Namun, apa yang harus dilakukan ketika mereka berhadapan dengan orang yang membangkang dan kurang atau tidak menunjukkan penyesalan?

6. Apa yang harus dihindari para penatua sewaktu menghadapi pelaku kesalahan, dan mengapa?

6 Jika seorang pelaku kesalahan menolak nasihat Alkitab atau berupaya melemparkan kesalahannya kepada orang lain, para penatua dan yang lainnya mungkin merasa geram. Karena mengetahui kerugian yang diakibatkan orang itu, mereka mungkin tergoda untuk mengungkapkan perasaan mereka sendiri tentang tindakan dan sikap orang itu. Namun, kemarahan itu merusak, dan tidak mencerminkan ”pikiran Kristus”. (1 Kor. 2:16; baca Yakobus 1:19, 20.) Yesus memperingatkan beberapa orang di zamannya dengan jelas dan gamblang, tetapi tidak pernah satu kali pun ia mengatakan sesuatu yang mengandung kebencian atau dimaksudkan untuk menyakiti. (1 Ptr. 2:23) Sebaliknya, ia membuka pintu lebar-lebar bagi para pelaku kesalahan untuk bertobat dan memperoleh kembali perkenan Yehuwa. Sesungguhnya, salah satu alasan utama Yesus datang ke dunia adalah ”untuk menyelamatkan orang-orang berdosa”.1 Tim. 1:15.

7, 8. Apa yang hendaknya membimbing para penatua dalam menangani masalah pengadilan?

7 Bagaimana seharusnya teladan Yesus dalam hal ini memengaruhi sikap kita terhadap orang yang harus didisiplin oleh sidang? Ingatlah bahwa pengaturan Alkitab untuk tindakan pengadilan di dalam sidang melindungi kawanan dan bisa menggerakkan pelaku kesalahan yang didisiplin untuk bertobat. (2 Kor. 2:6-8) Sungguh tragis bahwa beberapa orang tidak bertobat dan harus dipecat, namun betapa menghangatkan hati bahwa sejumlah besar dari mereka belakangan kembali kepada Yehuwa dan sidang-Nya. Jika para penatua memperlihatkan sikap seperti Kristus, mereka turut melancarkan jalan bagi pelaku kesalahan untuk bertobat dan akhirnya kembali. Di kemudian hari, beberapa dari mereka mungkin tidak ingat semua nasihat Alkitab yang diberikan para penatua, tetapi mereka pasti akan mengingat bahwa para penatua merespek martabat mereka dan memperlakukan mereka dengan kasih.

8 Oleh karena itu, para penatua harus memperlihatkan ”buah roh”, terutama kasih seperti Kristus, sekalipun sang pelaku kesalahan tidak mau menerima nasihat Alkitab. (Gal. 5:22, 23) Mereka hendaknya tidak pernah terburu-buru mengeluarkan pelaku kesalahan dari sidang. Mereka harus memperlihatkan bahwa mereka ingin orang yang bersalah itu kembali kepada Yehuwa. Jadi, sewaktu seorang pedosa belakangan bertobat, dan memang banyak yang demikian, ia akan sangat berterima kasih baik kepada Yehuwa maupun kepada ”pemberian berupa manusia” yang telah membuatnya merasa lebih mudah untuk kembali ke sidang.Ef. 4:8, 11, 12.

Memperlihatkan Kasih Kristus pada Zaman Akhir

9. Berikan contoh penerapan kasih Yesus kepada murid-muridnya.

9 Lukas mencatat sebuah contoh menonjol dari kasih Yesus. Ia tahu bahwa pada akhirnya, prajurit Romawi akan mengepung kota Yerusalem yang bakal hancur, agar penduduknya tidak melarikan diri. Karena itu, Yesus dengan pengasih memperingatkan murid-muridnya, ”Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh bala tentara yang berkemah, kemudian ketahuilah bahwa penghancuran atasnya sudah dekat.” Apa yang harus mereka lakukan? Yesus memberikan petunjuk yang jelas dan spesifik. ”Kemudian hendaklah orang-orang yang di Yudea mulai melarikan diri ke pegunungan, dan hendaklah orang-orang yang berada di tengah-tengah kota itu mengundurkan diri, dan hendaklah orang-orang yang berada di daerah-daerah pedesaan jangan masuk ke sana; karena inilah hari-hari untuk menjalankan keadilan, agar semua hal yang tertulis digenapi.” (Luk. 21:20-22) Setelah pasukan Romawi mengepung Yerusalem pada tahun 66 M lalu mundur, orang-orang yang taat pun mengikuti petunjuk itu.

10, 11. Bagaimana kita terbantu untuk siap menghadapi ”kesengsaraan besar” dengan memikirkan orang Kristen masa awal yang melarikan diri dari Yerusalem?

10 Sewaktu melarikan diri dari Yerusalem, orang Kristen perlu memperlihatkan kasih terhadap satu sama lain, sebagaimana Kristus telah memperlihatkan kasih kepada mereka. Mereka tentu harus berbagi milik mereka dengan satu sama lain. Tetapi, nubuat Yesus mengandung penggenapan yang jauh lebih besar daripada sekadar kehancuran kota kuno itu. Ia menubuatkan, ”Akan ada kesengsaraan besar seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia hingga sekarang, tidak, dan juga tidak akan terjadi lagi.” (Mat. 24:17, 18, 21) Sebelum dan selama ”kesengsaraan besar” yang akan datang, kita juga mungkin akan mengalami berbagai kesukaran dan kekurangan. Dengan memiliki sikap mental Kristus, kita akan terbantu untuk bertahan menghadapinya.

11 Pada waktu itu, kita akan perlu mengikuti teladan Yesus, dengan memperlihatkan kasih yang tidak mementingkan diri. Dalam hal ini, Paulus menasihati, ”Marilah kita masing-masing menyenangkan sesamanya dengan apa yang baik untuk membinanya. Sebab bahkan Kristus tidak menyenangkan dirinya sendiri . . . Semoga Allah yang memberikan ketekunan dan penghiburan membuat kamu memiliki di antara kamu sikap mental yang sama dengan yang dimiliki Kristus Yesus.”Rm. 15:2, 3, 5.

12. Kasih seperti apa yang perlu kita kembangkan sekarang, dan mengapa?

12 Petrus, yang merasakan kasih Yesus, juga mendorong orang Kristen untuk memupuk ”kasih sayang persaudaraan yang tidak munafik” dan ’taat kepada kebenaran’. Orang Kristen diminta untuk ’mengasihi satu sama lain dengan sungguh-sungguh dari hati’. (1 Ptr. 1:22) Dewasa ini, kita lebih perlu lagi mengembangkan sifat-sifat Kristus seperti itu. Tekanan atas seluruh umat Allah sudah semakin meningkat. Kita semua hendaknya tidak mengandalkan unsur apa pun dari dunia tua ini, sebagaimana diperlihatkan dengan jelas oleh krisis keuangan dunia baru-baru ini. (Baca 1 Yohanes 2:15-17.) Sebaliknya, karena sistem ini akan segera berakhir, kita perlu mendekat kepada Yehuwa dan kepada satu sama lain, yaitu dengan memupuk persahabatan yang tulus di dalam sidang. Paulus menasihati, ”Dalam hal kasih persaudaraan, milikilah kasih sayang seorang terhadap yang lain. Dalam hal memperlihatkan hormat, hendaklah saling mendahului.” (Rm. 12:10) Dan Petrus menandaskan pokok ini lebih jauh, dengan mengatakan, ”Di atas segalanya, kasihilah satu sama lain dengan sungguh-sungguh, karena kasih menutup banyak sekali dosa.”1 Ptr. 4:8.

13-15. Bagaimana beberapa saudara memperlihatkan kasih seperti Kristus ketika terjadi bencana alam?

13 Di seputar dunia, Saksi-Saksi Yehuwa dikenal karena memperlihatkan kasih yang nyata seperti Kristus. Misalnya, Saksi-Saksi memberikan bantuan sukarela kepada korban badai dan hurikan yang meluluhlantakkan kawasan yang luas di Amerika Serikat bagian selatan pada tahun 2005. Digerakkan oleh teladan Yesus, lebih dari 20.000 Saksi menjadi sukarelawan. Banyak dari mereka meninggalkan rumah yang nyaman dan pekerjaan yang mapan demi membantu saudara-saudari mereka yang terkena bencana.

14 Di sebuah kawasan, air laut menyerbu masuk hingga sejauh 80 kilometer ke daratan, dengan ketinggian air mencapai 10 meter. Ketika air surut, sepertiga rumah dan bangunan lain di jalur badai hancur porak-poranda. Para sukarelawan Saksi dari beberapa negeri, termasuk yang memiliki keterampilan, datang membawa perkakas dan bahan bangunan ke kawasan itu dan bersedia melakukan pekerjaan apa pun yang dibutuhkan. Dua saudari janda kakak-beradik, mengemas barang mereka dan memuatkannya ke dalam truk pikap lalu menempuh perjalanan sejauh 3.000 kilometer untuk membantu. Salah seorang dari mereka tetap tinggal di kawasan itu, masih membantu panitia bantuan kemanusiaan setempat dan melayani sebagai perintis biasa.

15 Lebih dari 5.600 rumah Saksi dan orang lain di wilayah itu telah dibangun kembali atau diperbaiki. Bagaimana perasaan Saksi-Saksi setempat yang menerima kelimpahan kasih yang luar biasa ini? Seorang saudari yang rumahnya hancur pindah ke trailer kecil yang atapnya bocor dan kompornya rusak. Saudara-saudara membangun untuknya sebuah rumah yang sederhana tetapi nyaman. Sambil berdiri di depan rumah barunya yang rapi, ia menangis dengan penuh syukur kepada Yehuwa dan saudara-saudarinya. Dalam banyak peristiwa lain, Saksi-Saksi tetap tinggal di bangunan pengungsian selama setahun atau lebih padahal rumah mereka sudah selesai dibangun ulang. Mengapa? Agar rumah baru mereka bisa ditinggali oleh para pekerja bantuan kemanusiaan. Sungguh teladan yang bagus dalam memperlihatkan sikap mental Kristus!

Memperlihatkan Sikap Kristus kepada Orang Sakit

16, 17. Dengan cara apa saja kita bisa mencerminkan sikap mental Kristus terhadap orang sakit?

16 Tidak banyak dari kita yang mengalami bencana alam yang besar. Namun, hampir setiap orang harus menghadapi masalah kesehatan, entah yang dialami dia sendiri atau anggota keluarganya. Sikap mental Yesus kepada orang sakit menjadi contoh bagi kita. Kasihnya menggerakkan dia untuk merasa kasihan kepada mereka. Ketika banyak orang sakit diantar kepadanya, ”ia menyembuhkan semua orang yang keadaannya menyedihkan”.—Mat. 8:16; 14:14.

17 Dewasa ini, orang Kristen tidak memiliki kemampuan mukjizat untuk menyembuhkan orang, tetapi seperti Yesus, mereka beriba hati terhadap orang sakit. Bagaimana hal itu ditunjukkan? Sebagai satu contoh, para penatua memperlihatkan bahwa mereka memiliki sikap mental Kristus dengan membuat dan memantau pengaturan untuk membantu anggota sidang yang sakit, mengikuti prinsip yang terdapat di Matius 25:39, 40.* (Baca.)

18. Bagaimana dua saudari memperlihatkan kasih yang tulus kepada saudari lain, dan apa saja hasilnya?

18 Tentu saja, kita tidak perlu menjadi penatua untuk berbuat baik kepada orang lain. Perhatikan pengalaman Charlene, 44 tahun, yang mengidap kanker dan diberi tahu bahwa umurnya tinggal sepuluh hari lagi. Dua saudari seiman bernama Sharon dan Nicollete, yang melihat keadaan itu dan menyadari betapa letihnya sang suami yang dengan penuh pengabdian merawatnya, menyediakan diri mereka sepenuh waktu guna membantu Charlene pada hari-hari terakhirnya. Ternyata, hari-hari itu berlangsung sampai enam minggu, tetapi kedua saudari tersebut terus memperlihatkan kasih mereka hingga akhir. ”Sulit rasanya mengetahui bahwa ia tidak akan sembuh,” kata Sharon. ”Namun, Yehuwa membuat kami kuat. Pengalaman itu mendekatkan kami kepada Yehuwa dan kepada satu sama lain.” Suami Charlene mengatakan, ”Saya akan selalu mengenang bantuan yang baik hati dari kedua saudari yang saya kasihi ini. Motif mereka yang murni dan sikap mereka yang positif membuat cobaan terakhir ini lebih mudah bagi Charlene-ku yang setia dan memberi saya kelegaan fisik dan emosi yang benar-benar sedang saya butuhkan. Saya sangat berterima kasih kepada mereka. Pengorbanan mereka memperkuat iman saya kepada Yehuwa dan kasih saya kepada seluruh persekutuan saudara-saudara.”

19, 20. (a) Lima aspek apa dari sikap mental Kristus yang telah kita bahas? (b) Apa tekad Saudara?

19 Dalam tiga artikel ini, kita telah membahas lima aspek dari sikap mental Yesus dan caranya kita bisa meniru pikiran dan tindakan Yesus. Marilah kita bersikap ”lembut dan rendah hati”, seperti Yesus. (Mat. 11:29) Semoga kita selalu berupaya memperlakukan orang lain dengan baik hati, bahkan sewaktu ketidaksempurnaan dan kelemahan mereka terlihat jelas. Dan, marilah kita dengan tabah serta berani menaati segala tuntutan Yehuwa, bahkan saat menghadapi cobaan.

20 Akhirnya, marilah kita memperlihatkan kasih kepada semua saudara-saudari kita ”sampai ke akhir”, seperti Kristus. Kasih seperti itu mengidentifikasi kita sebagai pengikut sejati dari Yesus. (Yoh. 13:1, 34, 35) Ya, ”hendaklah kasih persaudaraan tetap ada di antara kamu”. (Ibr. 13:1) Jangan menahan-nahan diri! Gunakan kehidupan Saudara untuk memuji Yehuwa dan membantu orang lain! Yehuwa akan memberkati upaya Saudara yang sungguh-sungguh.

HIKMAT, PENGERTIAN, AKAL BUDI DAN DISCERNMENT SPIRIT


HIKMAT, PENGERTIAN, AKAL BUDI dan DISCERNMENT SPIRIT


Patriot Bangsa -  Di akhir jaman ini, banyak sekali berita-berita maupun pengertian-pengertian baru yang mulai dibukakan pada kita. Dan kami juga harus cerdas dalam memilah berita-berita yang ada untuk berjagajaga.wordpress.com ini. Apakah berita tersebut benar atau hoax, itu sangat penting memerlukan hikmat, pengertian, akal budi dan karunia membedakan roh.

Hikmat untuk mengetahui tanda jaman, keadaan disekitar, lebih berwaspada dan berjaga-jaga. Dengan mengetahui hal-hal ini justru BUKAN membuat kita semakin hidup dalam ketakutan akan dunia, tapi hidup semakin intim dengan Tuhan dan takut akan Allah.

Banyak yang berkata, buat apa baca-baca hal-hal yang ada di dunia saat ini ? Hanya mau menakut-nakuti saja ? Itulah gunanya hikmat dan perolehlah hikmat !!! Respon harus benar ! Apakah dengan adanya kejadian disekitar kita, lalu kita sebagai anak Tuhan harus menutup mata dan dibodohi dengan keadaan sekitar tanpa tau apa yang harus kita persiapkan ? Karena semua semakin tergenapi…

Saat mendung tandanya mau hujan, saat keadaan seperti ini, apakah kita mau terus santai-santai saja.. atau kita malah berusaha memenangkan keluarga dan teman-teman kita yang terkasih agar semua ada dalam jalurnya Tuhan ? Dengan mengetahui keadaan disekitar dan membahas hal-hal tersebut bukan berarti meragukan kuasa Tuhan dan tidak percaya akan kebesaran Tuhan… tapi kita bersama dengan Tuhan semakin erat dan berjaga-jaga senantiasa… proteksi keluarga kita dengan doa, pujian, penyembahan, baca Alkitab dan Mazmur 91. Hikmat itu memang tidak mudah didapat…

Perolehlah hikmat, perolehlah pengertian, jangan lupa, dan jangan menyimpang dari perkataan mulutku. Permulaan hikmat ialah: perolehlah hikmat dan dengan segala yang kauperoleh perolehlah pengertian. Amsal 4:5,7

Amsal 9:10 (TB)  Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.

Amsal 8:11-14 (TB)  Karena hikmat lebih berharga dari pada permata, apa pun yang diinginkan orang, tidak dapat menyamainya. Aku, hikmat, tinggal bersama-sama dengan kecerdasan, dan aku mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan.

Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

Padaku ada nasihat dan pertimbangan, akulah pengertian, padakulah kekuatan.

Hikmat adalah kemampuan untuk melihat kebenaran seperti Allah melihatnya.

Menjadi bijak adalah suatu pilihan, bukan sesuatu yang otomatis. Ada orang yang berasumsi bahwa ketika rambut mereka sudah ubanan, hikmat akan datang dengan sendirinya. Itu adalah mitos. Ada orang yang lebih tua yang bijak, namun itu adalah karena mereka melewatkan bertahun-tahun hidup bersama Allah.

Hikmat adalah sesuatu yang Anda kejar dengan aktif; bukan semata-mata hasil dari melewatkan waktu bertahun-tahun dengan makan, tidur, bernafas. Ada harga yang harus dibayar untuk memperoleh hikmat termasuk membangun standar Allah kedalam hidup Anda agar Anda menghormati- Nya dalam segala yang Anda perbuat.

Jika demikian, bagaimanakah caranya memperoleh hikmat ?

1.Lakukanlah apa yang sedang Anda kerjakan sekarang ini; pelajarilah Firman Allah !
Kitab Amsal adalah tempat yang baik untuk memulainya, namun seluruh Alkitab mengajar Anda tentang hikmat yang kudus. Bacalah Alkitab Anda; belajarlah dari kebenaran (maupun kesalahan) tokoh-tokoh Alkitab yang Anda baca.

2. Ajukanlah pertanyaan-pertanyaan. Allah tidak terintimidasi oleh pertanyaan Anda; Ia menyambutnya jika Anda bertanya dengan rendah hati, karena ingin mengenal Dia.

3. Milikilah sikap yang mau untuk diajar atau mudah diajar. Jangan terlalu sensitif ketika seseorang menyampaikan keprihatinannya terhadap Anda. Dengarkanlah umpan balik mereka untuk melihat apakah Allah mengajar Anda pelajaran yang berharga lewat kata-kata mereka. Kita semua suka dipuji; tak seorangpun suka dikritik, namun hasil akhirnya adalah  – HIKMAT – layak dijalani. Seperti kata Salomo, “walaupun Anda harus mengorbankan segala yang Anda miliki, perolehlah pengertian”.

Arah hidup Anda merupakan hasil dari pilihan-pilihan yang Anda buat !
Pilihlah untuk mengejar hikmat; kejarlah dengan sekuat tenaga, dan berpeganglah padanya. Itu akan memperkaya hidup Anda!

image

Setelah memperoleh Hikmat dan pengertian, maka mintalah kepada Tuhan, Karunia “Membedakan roh” atau “Discernment Spirit”. Kata Yunani untuk karunia penegasan adalah Diakrisis. Kata tersebut menggambarkan karunia mampu membedakan, membedakan mana yang benar dan palsu, menilai seseorang, pandai membuat pernyataan, mengetahui situasi, atau peka terhadap lingkungan. Dalam Perjanjian Baru menggambarkan kemampuan untuk membedakan antara roh seperti dalam 1 Korintus 12:10, dan untuk membedakan yang baik dan yang jahat seperti dalam Ibrani 5:14.

Roh Kudus memberikan karunia membedakan ini untuk memungkinkan orang-orang Kristen dengan jelas mengenali dan membedakan roh antara pengaruh Allah, Iblis, dunia, dan daging dalam situasi tertentu. Gereja perlu orang-orang dengan karunia ini untuk memperingatkan orang-orang percaya di saat bahaya atau menjaga mereka dari penyesatan oleh ajaran palsu, nabi palsu, pengertian palsu dsb. Lihat juga I Korintus 12:10, Kisah Para Rasul 5: 3-6; 16:16-18; 1 Yohanes 4:1.

Amsal 14:33 (TB)  Hikmat tinggal di dalam hati orang yang berpengertian, tetapi tidak dikenal di dalam hati orang bebal.

Amsal 24:7, 12-14 (TB)  Hikmat terlalu tinggi bagi orang bodoh; ia tidak membuka mulutnya di pintu gerbang.

Kalau engkau berkata: “Sungguh, kami tidak tahu hal itu!” Apakah Dia yang menguji hati tidak tahu yang sebenarnya? Apakah Dia yang menjaga jiwamu tidak mengetahuinya, dan membalas manusia menurut perbuatannya?

Anakku, makanlah madu, sebab itu baik; dan tetesan madu manis untuk langit-langit mulutmu.
Ketahuilah, demikian hikmat untuk jiwamu: Jika engkau mendapatnya, maka ada masa depan, dan harapanmu tidak akan hilang.

image

Download Video Animasi Donghaeng (Full) - English Version

Patriot Bangsa - Donghaeng merupakan video motivasi akan firman Tuhan, didalam video terdapat hal yang bersangkutan dengan kehidupan sehari-hari, dan dapat mencerahkan pikiran saudara untuk bisa hidup di dalam Firman Tuhan.

donghaeng.net/index-e.htm (Situs Donghaeng English) didalam situs terdapat terjemahan cina, korea dan inggris sedangkan versi bahasa Indonesia masih belum ada, didalam situs ini terdapat sejumlah flash animasi (.swf) yang dapat anda lihat situsnya. Jika anda ingin memberikan sejumlah donasi kepada yang pembuat silakan anda kunjungi website tersebut atau jika anda ingin membeli sejumlah video animasi donghaeng anda dapat membelinya dengan menggunakan paypal.


Download Video Animasi Donghaeng (Full)
Donghaeng


Untuk memudahkan anda ketika tidak ada koneksi internet untuk melihat situsnya setiap hari, saya sudah mengkonversi satu-satu agar anda dapat melihat di flash player atau video player secara offline atau tanpa internet. Anda dapat mendownload animasi flash donghaeng sudah satu pack (Full), saya jadikan .rar.

Mulai dari awal hingga akhir bagian (chapter) animasi video.

Daftar List Animasi Video Donghaeng (English)

NO
JUDUL ANIMASI VIDEO DONGHAENG – INSATUNESIA.COM
1
Love2
2
Flesh & Blood
3
Redemption
4
Remain
5
Peter
6
I love you
7
Guidance
8
Waiting 2
9
Leave
10
Together
11
Rubber Band
12
String
13
Again
14
Passion
15
Top
16
Footprints
17
Lamplight
18
Hope
19
Cross2
20
Glory
21
Healing
22
Salvation
23
Duty
24
The Times
25
Priority
26
Pruning
27
Christmas Card
28
Cross
29
Quiz
30
Waiting
31
Way
32
Distance
33
Deliverance
34
Christmas
35
Heavens
36
Book of Job
37
Love
38
Faith

Download Video Animasi Donghaeng (Full) - English Version - (37,7 Mb) | Pwd : insatunesia.com

Jika anda tidak dapat membuka animasi (.swf) ini anda dapat mendownload flash player di get2.adobe.com/flashplayer/ atau dapat menggunakan video player lainnya seperti ; vlc, gom, media player classic d.s.b.